Kajian Kelayakan Bendung Karet Sungai Pemali di Kabupaten Brebes
DOI:
https://doi.org/10.21063/jts.2022.V901.04Keywords:
kelayakan, bendung, bendung karet, sungai pemaliAbstract
Bendung karet merupakan salah satu tipe bendung gerak, berfungsi untuk menaikkan muka air dan melepaskannya pada saat banjir. Bendung model ini dapat berisi udara atau air. Kembang kempisnya bendung karet terjadi secara otomatis jika muka air mencapai elevasi yang ditentukan, penentuan elevasi ini diatur dengan mekanisme tertentu. Pembangunan Bendung Karet Sungai Pemali merupakan upaya untuk memenuhi kebutuhan air di Kawasan Industri Brebes (KIB) dan juga untuk air baku di sekitar Sungai Pemali. Kebutuhan air industri 2,78 m3/dt dan kebutuhan air baku sebanyak 0,28 m3/dt. Tampungan dari genangan bendung karet hanya mampu menyuplai air baku maksimal sebesar sebesar 0,04 m3/detik dan sebaiknya diarahkan untuk pemenuhan kebutuhan air baku warga di sekitar bendung karet Sungai Pemali. Pembangunan Bendung Karet Sungai Pemali untuk pemenuhan air baku Kawasan Industri Brebes (KIB) di ketiga alternatif dinyatakan tidak layak secara hidrologi (neraca air defisit selama 6 bulan) dan tidak layak secara ekonomi (jarak yang jauh dengan KIB yang relatif jauh dan biaya konstruksi yang terlalu mahal sehingga tidak menguntungkan). Untuk pemenuhan air baku di Kawasan Industri Brebes (KIB) lebih efisien digunakan potensi air yang ada di 3 (tiga) sungai terdekat (Sungai Cisanggarung, Sungai Babakan, dan Sungai Kabuyutan) dengan mempertimbangkan neraca air di masing-masing sungai tersebut.
References
Arthono, A., & Mulyawati, F. (2021). Peranan Bendung Karet dalam Pengembangan Sumberdaya Air.Jurnal Tiarsie. https://jurnalunla.web.id/tiarsie/index.php/tiarsie/article/view/96
Badan Litbang Pertanian. (2010). https://www.litbang.pertanian.go.id/
Direktorat Jenderal Sumber Daya Air. 2013. Standar Perencanaan Irigasi Kriteria Perencanaan (KP)-01. Jakarta: Kementerian Pekerjaan Umum.
Direktorat Jenderal Sumber Daya Air. 2013. Standar Perencanaan Irigasi Kriteria Perencanaan (KP)-02. Jakarta: Kementerian Pekerjaan Umum.
Direktorat Jenderal Sumber Daya Air. 2013. Standar Perencanaan Irigasi Kriteria Perencanaan (KP)-06. Jakarta: Kementerian Pekerjaan Umum.
Direktorat Jenderal Sumber Daya Air. 2013. Standar Perencanaan Irigasi Kriteria Perencanaan (KP)-08. Jakarta: Kementerian Pekerjaan Umum.
Firnanda, A., Fauzi, M., & Siswanto, S. (2016). Analisis Stabilitas Bendung (Studi Kasus: Bendung Tamiang). Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Teknik dan Sains, 3(2), 1–11.
Hendrawijaya, R. (2020). Perencanaan Bendung Karet Sungai Blorong Kabupaten Kendal Jawa Tengah [Universitas Semarang]. https://eskripsi.usm.ac.id/detail-C11A-1218.html
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia. (2015). PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA NOMOR 04/PRT/M/2015 TENTANG KRITERIA DAN PENETAPAN WILAYAH SUNGAI.
Republik Indonesia, B. (2019). PERPRES No. 79 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi Kawasan Kendal—Semarang—Salatiga—Demak—Grobongan, Kawasan Purworejo—Wonosobo—Magelang—Temanggung, dan Kawasan Brebes—Tegal—Pemalang [JDIH BPK RI]. https://peraturan.bpk.go.id/Home/Details/126139/perpres-no-79-tahun-2019
Rimawan, R., & Prasetyo, A. (2013). Analisis Kelayakan Bendung Cipasauran Sebagai Sumber Air Baku Bagi Pt Krakatau Tirta Industri. JURNAL TEKNIK HIDRAULIK, 4(2), 129–142. https://doi.org/10.32679/jth.v4i2.506
Soekrasno. (2015). Sebelas Syarat Penentuan Lokasi Bendung Irigasi. Jurnal Irigasi, 10(1), 33–40. https://doi.org/10.31028/ji.v10.i1.33-40
Soemarto, C. D., & Indarto, P. W. (1999). Hidrologi teknik. Erlangga.
Triatmodjo, B. (2010). HIDROLOGI TERAPAN. Beta Offset Yogyakarta.