UNJUK KERJA SISTEM DRAINASE POROUS DALAM PENANGANAN GENANGAN DI HALAMAN CANDI PRAMBANAN BERDASARKAN SIMULASI NUMERIK

Penulis

DOI:

https://doi.org/10.21063/jts.2018.V501.045-54

Kata Kunci:

drainase berpori, genangan, hujan, Seep/W

Abstrak

Candi Prambanan merupakan situs bersejarah yang terletak di daerah dengan curah hujan tinggi, DIY. Genangan air sering yang terbentuk pada halaman candi setelah terjadi hujan terjadi karena kurang efektifnya tanah dalam menginfiltrasi air. Sistem drainase berpori telah dirancang sebagai solusi permasalahan genangan di halaman Candi Prambanan yang terdiri dari drainase bawah permukaan dan paving block di permukaan tanah menggunakan material beton berpori. Beton berpori yang digunakan merupakan jenis beton non pasir dengan Bantak Merapi dan abu vulkanik sebagai agregatnya. Pembuatan beton tanpa menggunakan pasir menyebabkan meningkatnya pori-pori beton hingga mencapai 20-25% dengan koefisien permeabilitas sebesar 1.3 × 10-3 m/s, jauh lebih besar dari tanah pasir pada halaman candi yang sebesar 1.2 × 10-5 m/s. Sistem drainase dimodelkan dengan mewakilkan kondisi di halaman candi menjadi tiga potongan melintang menggunakan software Seep/W untuk melihat keefektifan saluran drainase dalam mengalirkan air. Fungsi hujan jam-jaman kondisi ekstrim dengan kala ulang 10 tahun sebesar 146.894 mm dan kala ulang 15 tahun sebesar 155.409 mm serta hujan bulanan pada bulan terbasah yaitu pada Februari 2013 digunakan pada kondisi awal saluran drainase. Dari fungsi hujan jam-jaman maksimum dapat dilihat bahwa ketika hujan, permukaan paving menjadi jenuh air, namun tidak membentuk genangan air. Sedangkan dari hasil simulasi hujan bulanan, dapat dilihat bahwa ketika terjadi hujan, paving dan saluran drainase menjadi jenuh. Namun setelah hujan berhenti, air dapat dengan cepat terinfiltrasi dari permukaan paving ke daluran drainase dan kemudian dilanjutkan ke dalam tanah. Sehingga penggunaan sistem drainase berpori dinilai efektif dalam mempercepat infiltrasi air hujan dan mencegah terbentuknya genangan.

Referensi

Batu, V. (1998). Aquifer Hydraulics: A Comprehensive Guide to Hydrogeologic Data Analysis. New York: John Wiley & Sons, Inc.

Bell, F.G. (1992). Engineering Properties of Soils And Rocks. Third ed. Oxford: Butterworth-Heinemann.

Chow, V.T., Maidment, D.R. & Mays, L.W. (1987). Applied Hydrology. Singapore: McGraw-Hill.

Das, B.M. (2010). Principles of Geotechnical Engineering. Seventh ed. Stamford: Cengage Learning.

Fredlund, D.G. & Rahardjo, H. (1994). Soil Mechanics for Unsaturated Soils. Canada: John Willey & Sons, Inc.

Hardiyatmo, H.C. (2010). Mekanika Tanah 1. Fourth ed. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Lestari, N.P. (2015). Pemanfaatan Bantak dan Abu Vulkanik Merapi untuk Drainase Porous di Kompleks Halaman Candi Pramaban. Tesis. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.

Putri, F.A. (2015). Penentuan Soil Water Characteristic Curve Tanah Berpasir Berdasarkan Alat Tensiometer dan Software Soilvision 4.23. Tugas Akhir. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada

Reddi, L.N. (2003). Seepage in Soil: Principles and Applications. New Jersey: John Wiley & Sons, Inc. R

ifa’i, A., Lestari, N.P. & Yasufuku, N. (2016). Drainage System of Prambanan Temple Yard Using NoFine Concrete of Volcanic Ash And Bantak Merapi. International Journal of Geomate, Vol 11 (25), pp. 2499-2505.

Terzaghi, K. and Peck, R.B. (1987). Mekanika Tanah Dalam Praktek Rekayasa Jilid 1. Second ed. Jakarta: Erlangga.

Van Genuchten, M. Th. (1980). A Closed-form Equation for Predicting the Hydraulic Conductivity of Unsaturated Soils. Soil Science Society of America Journal. Vol.44. pp. 892-898.

Unduhan

Diterbitkan

2018-01-31

Cara Mengutip

UNJUK KERJA SISTEM DRAINASE POROUS DALAM PENANGANAN GENANGAN DI HALAMAN CANDI PRAMBANAN BERDASARKAN SIMULASI NUMERIK. (2018). Jurnal Teknik Sipil Institut Teknologi Padang, 5(1), 45-54. https://doi.org/10.21063/jts.2018.V501.045-54