Penyelidikan Karakteristik Tanah pada Daerah Tanjakan 2000, Batu Merah,Kota Ambon
DOI:
https://doi.org/10.21063/jts.2026.V1302.0256-260Kata Kunci:
karakteristik tanah, lereng, kohesi, sudut geser dalamAbstrak
Tanah merupakan komponen utama dalam konstruksi teknik sipil yang memiliki karakteristik dan kekuatan berbeda-beda, sehingga perlu dianalisis sebelum digunakan sebagai dasar bangunan. Pada daerah dengan topografi curam, kondisi tanah yang kurang stabil dapat meningkatkan risiko longsor yang dipengaruhi oleh sifat fisik dan mekanik tanah serta faktor eksternal seperti curah hujan. Kota Ambon memiliki kondisi perbukitan dengan curah hujan tinggi sehingga rentan terhadap longsor, salah satunya di kawasan Tanjakan 2000, Batu Merah. Oleh karena itu, diperlukan penyelidikan karakteristik tanah sebagai dasar perencanaan konstruksi yang aman. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi sifat fisik dan mekanik tanah melalui pengujian berat jenis, kadar air, batas-batas Atterberg, analisis saringan, serta uji geser langsung. Pengambilan sampel tanah dilakukan pada tiga titik di lereng dan diuji di laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan nilai berat jenis sebesar 2,61, kadar air 36,20%, batas cair 44,54%, batas plastis 23,91%, dan indeks plastisitas 20,63%. Berdasarkan klasifikasi USCS, tanah termasuk kelompok SC (clayey sand) dan menurut AASHTO termasuk A-2-7. Hasil uji geser langsung menunjukkan kohesi sebesar 4,468 kPa dan sudut geser dalam sebesar 10,358°. Nilai tersebut menunjukkan bahwa tanah memiliki kekuatan geser relatif rendah sehingga berpotensi tidak stabil, terutama saat jenuh air, sehingga diperlukan penanganan untuk mengurangi risiko longsor.
Referensi
Badan Standardisasi Nasional. (2008). SNI 1964:2008 Cara Uji Berat Jenis Tanah.Badan Standardisasi Nasional
Badan Standardisasi Nasional. (2008). SNI 1965:2008 Cara Uji Kadar Air Tanah.Badan Standardisasi Nasional.
Badan Standardisasi Nasional. (2008). SNI 1966:2008 Cara Uji Penentuan Batas Plastis dan Indeks Plastisitas Tanah.Badan Standardisasi Nasional.
Badan Standardisasi Nasional. (2008). SNI 1967:2008 Cara Uji Penentuan Batas Cair Tanah. Badan Standardisasi Nasional.
Badan Standardisasi Nasional. (2008). SNI 3423:2008 Metode Pengujian Analisis Ukuran Butir Tanah. Badan Standardisasi Nasional.
Badan Standardisasi Nasional. (2016). SNI 3420:2016 Metode Pengujian Kuat Geser Lansung Terkonsolidasi-Terdrainase pada Tanah. Badan Standardisasi Nasional.
Hardiyatmo, H. C. (2012). Mekanika Tanah 1. Gadjah Mada University Press.
Junasiq, M. A., Misliniyati, R., Mase, L. Z., Hardiansyah, H., & Supriani, F. (2025). Studi Karakteristik Tanah Kohesif Terhadap Uji Fisis Dan Mekanis Serta Implementasinya Untuk Perancangan Geoteknik Pada Kawasan Tanjung Jaya Kota Bengkulu. Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil, 15(1), 134–148. https://doi.org/10.29103/tj.v15i1.1214
Maitimu, A., Pellu, S., & Latar, S. (2025). Perencanaan Dinding Penahan Tanah Pada Area Longsor di Desa Hunuth, Kecamatan Teluk Ambon Kota Ambon. Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa, 2(3), 660–670. https://doi.org/10.59837/jpnmb.v2i3.574
Sismiani, A., Rustendi, I., & Hudoyo, C. P. (2024). Analisis Nilai Parameter Kuat Geser Tanah Lempung Organik Akibat Perubahan Kadar Air Di Sekitar Underpass Di Desa Kebocoran Analysis Of Shear Strength Parameter Values Of Organic Clay Soils Due To Changes In Water Content Around The Underpass In Kebocoran. 25(1), 53–62.
Souisa, M., Nanlohy, P., Sapulete, S. M., Elake, A. Y., & Maahury, M. F. (2023). Prevensi Gerakan Tanah Jenis Longsor Lereng di Dusun Riang Negeri Tawiri Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon. Jurnal Gema Ngabdi, 5(2), 172–179. https://doi.org/10.29303/jgn.v5i2.336






