Pengaruh Jarak Sengkang terhadap Kinerja Seismik Struktur Kolom Beton Bertulang (Studi Kasus Gedung Laboratorium Teknologi Terpadu Politeknik Negeri Padang)
DOI:
https://doi.org/10.21063/jts.2026.V1301.0122-129Kata Kunci:
jarak sengkang, kapasitas geser, ATC-40, kinerja seismikAbstrak
Kinerja seismik suatu bangunan dipengaruhi oleh berbagai aspek, salah satunya adalah jarak sengkang pada kolom. Kolom adalah elemen struktural yang berfungsi penting dalam menahan beban aksial serta beban lateral pada sebuah bangunan. Jarak sengkang pada kolom memiliki peran penting untuk mengontrol geser dan meningkatkan daktilitas struktur. Penelitian ini bertujuan untuk evaluasi dampak variasi jarak sengkang terhadap respons seismik gedung Laboratorium Teknologi Terpadu Politeknik Negeri Padang dengan menggunakan metode analisis statik nonlinier dengan software SAP 2000 pada pedoman ATC-40. Hasil studi menunjukkan bahwa kurva kapasitas dengan jarak sengkang kolom 150 mm adalah 1121.703 KN, 100 mm adalah 1122.36 dan 350 mm adalah 1114.215 kN. Berdasarkan hasil kinerja struktur berdasarkan ATC-40 didapatkan level kinerja struktur dengan variasi jarak sengkang kolom 150 mm, 100 mm, 350 mm yaitu Damage Control. Berdasarkan hasil analisis tersebut variasi jarak sengkang pada struktur kolom yang digunakan mempengaruhi kapasitas geser dan deformasi struktur. Hasil analisis menunjukkan bahwa kolom dengan jarak sengkang 100 mm menghasilkan kapasitas geser maksimum sebesar 1122,36 kN dan daktilitas tertinggi dibandingkan variasi 150 mm dan 350 mm. Berdasarkan evaluasi kinerja struktur gedung menggunakan ATC-40, seluruh model berada pada level Damage Control, namun penggunaan sengkang yang lebih rapat memberikan respons deformasi dan daktilitas yang lebih baik terhadap beban gempa pada studi kasus gedung yang dianalisis.
Referensi
Applied Technology Council, 1996. Seismic evaluation and retrofit of concrete buildings (ATC-40), Vol. 1. Applied Technology Council, Redwood City, California.
Batara, I., 2021. Desain struktur bangunan dengan SAP 2000. Erlangga, Mamuju.
Federal Emergency Management Agency (FEMA), 2000. Prestandard and commentary for the seismic rehabilitation of buildings (FEMA 356). FEMA, Washington, D.C.
Firdha, R.A., Isneini, M., Husni, H.R., Widyawati, R., 2021. Analisis kinerja struktur gedung bertingkat terhadap beban gempa dengan metode pushover analysis (Studi kasus: Gedung rawat inap non-bedah Rumah Sakit Umum Daerah Dr. H. Abdul Moeloek). JRSDD 9(4). https://doi.org/10.23960/jrsdd.v9i4.2201
Khasanah, N., Wahyudi, Y., 2019. Perencanaan struktur beton bertulang gedung olahraga Politeknik Negeri Ujung Pandang. Diploma thesis. Politeknik Negeri Ujung Pandang.
Kumaseh, F., Wallah, S.E., Pandaleke, R., 2015. Pengaruh jarak sengkang terhadap kapasitas beban aksial maksimum kolom beton berpenampang lingkaran dan segi empat. Jurnal Sipil Statik 3(9), 644–650.
Kurniansyah, A., Elvira., Yusuf, M., 2013. Pengaruh pengekangan (confinement) dengan variasi jarak sengkang terhadap peningkatan kapasitas kekuatan kolom. Jurnal Teknik Sipil 13(1).Kusuma, G., Andriono, T., 1993. Desain struktur rangka beton bertulang di daerah rawan gempa. Erlangga, Jakarta.
Masril, M., 2019. Analisis struktur atas empat lantai dengan analisis pushover menggunakan program SAP 2000 studi kasus: Gedung kantor bersama Kabupaten Sijunjung. Ensiklopedia of Journal 2.
Nurchasanah, Y., Jaenuri, W.A.H., Ujianto, M., 2015. Evaluasi kinerja seismik gedung terhadap analisis beban dorong. Publikasi Ilmiah. Universitas Muhammadiyah Surakarta.Pearlaura Vadra, K., Wibowo, A., Budio, S.P., 2016. Pengaruh jarak sengkang dan rasio tulangan longitudinal terhadap daktilitas kolom bertulangan ringan akibat beban siklik.
Standar Nasional Indonesia, 2013. Persyaratan beton struktural untuk bangunan gedung (SNI 2847:2013). Badan Standardisasi Nasional, Jakarta.
Standar Nasional Indonesia, 2019a. Tata cara perencanaan ketahanan gempa untuk struktur bangunan gedung dan non gedung (SNI 1726:2019). Badan Standardisasi Nasional, Jakarta.
Standar Nasional Indonesia, 2019b. Persyaratan beton struktural untuk bangunan gedung dan penjelasan (SNI 2847:2019). Badan Standardisasi Nasional, Jakarta.
Sumarwan, 2010. Evaluasi kinerja struktur beton tahan gempa dengan analisis pushover menggunakan software SAP 2000. Jurnal Teknik Sipil Universitas Sebelas Maret.






