ANALISIS STABILITAS LERENG DAERAH SENGI MENGGUNAKAN SLOPE/W SEBAGAI REFERENSI KELAYAKAN PEMINDAHAN CANDI LUMBUNG SENGI
DOI:
https://doi.org/10.21063/jts.2018.V501.033-44Keywords:
faktor keamanan, klasifikasi tanah, sengiAbstract
Peninggalan sejarah budaya yang terdapat di Indonesia merupakan salah satu anugerah keanekaragaman yang harus dilestarikan. Candi Lumbung Sengi merupakan peninggalan sejarah kerajaan Hindu yang terdapat di Jawa Tengah. Kaki lereng pada tempat awal berdirinya candi mengalami erosi yang disebabkan oleh banjir lahar dingin hasil erupsi Gunung Merapi pada tahun 2010. Dilakukan penelitian tentang lapisan bawah permukaan tanah, jenis tanah di lapangan, serta stabilitas lereng pada lokasi awal berdirinya candi. Dengan demikian, diharapkan penelitian ini berguna sebagai referensi kelayakan pemindahan candi. Penyelidikan tanah di lapangan menggunakan metode Cone Penetration Test (CPT) dan pengujian Geolistrik 2D menggunakan alat NANIURA model NRD 300 HF untuk mengetahui pola perlapisan bawah tanah. Klasifikasi jenis tanah di lapangan menggunakan sistem klasifikasi tanah Unified dan untuk analisis stabilitas lereng menggunakan Limit Equilibrium Method metode Morgenstern-Price dengan bantuan software SLOPE/W 2012. Konfigurasi yang digunakan untuk pengujian Geolistrik 2D adalah Wenner-Schlumberger. Dari pengujian tanah di laboratorium, didapatkan 3 jenis tanah yaitu SM, SP, dan SW. Gempa menjadi salah satu parameter yang dimasukkan ke dalam analisis stabilitas lereng. Faktor keamanan lereng untuk kondisi di lapangan menunjukkan angka aman yang stabil yaitu sebesar 2,877. Ketika parameter gempa dimasukkan dalam analisis, faktor keamaan lereng turun menjadi 2,024 dan ketika simulasi kaki lereng terendam air faktor keamaan lereng menjadi 2,582. Terdapat beberapa pemodelan yang dianalisis dalam penelitian ini, sehingga dapat diketahui pemodelan yang bagaimana yang dapat memenuhi kriteria angka aman dalam SNI 03-1962-1990 tentang Tata Cara Penanggulangan Longsor sebagai dasar perencanaan.
References
Bowles, J.E. (1984). Physical and Geotechnical Properties of Soils, 2nd edition. New York: McGraw-Hill Inc.
Bowles, J.E. (1997). Analisis dan Desain Fondasi I, Edisi Keempat. Jakarta: Erlangga. Hardiyatmo, H.C. (2012). Tanah Longsor dan Erosi-Kejadian dan Penanganan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Look, B. (2007). Handbook of Geotechnical Investigation and Design Table. UK: Taylor and Francis Group, London.
Morgenstern, N.R., and Price, V.E. (1965). The Analysis of The Stability of General Slip Surfaces. Geotechnique, Vol.15.
Pramumijoyo, S. (2007). Surface Cracking due to Yogyakarta Earthquake 2006. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.
Reynolds, J.M. (1997). An Introduction to Applied and Environmental Geophysics. John Wiley and Sons, England.
Sakka. (2001). Metode Geolistrik Tahanan Jenis. Makassar: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Hasanuddin.
Terzaghi, K., Peck, R.B. and Mesri, G. (1996). Soil Mechanics in Engineering Practice, 3 rd. Ed. John Wiley and Sons, New York.