Analisis Debit Aliran pada Saluran Sekunder Daerah Irigasi Namu Sira-sira Kanan Menggunakan Floating Area Method

Authors

DOI:

https://doi.org/10.21063/jts.2026.V1302.0202-209

Keywords:

debit aliran, floating area method, saluran irigasi

Abstract

Saluran sekunder Daerah Irigasi Namu Sira-sira Kanan memiliki peran penting dalam mendistribusikan air irigasi menuju area persawahan di kawasan Namu Ukur Utara. Kondisi debit aliran pada saluran irigasi dapat mengalami perubahan akibat perbedaan dimensi penampang dan karakteristik aliran yang terjadi pada setiap segmen saluran, sehingga debit aktual yang mengalir belum tentu seragam di sepanjang jaringan irigasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi debit aktual pada saluran sekunder Daerah Irigasi Namu Sira-sira Kanan menggunakan floating area method. Metode penelitian yang digunakan adalah survei lapangan dengan pendekatan kuantitatif melalui pengukuran langsung luas penampang basah saluran berbentuk trapesium dan kecepatan aliran. Saluran sekunder yang diteliti memiliki panjang sekitar 2,7 km dan dibagi menjadi tujuh segmen pengamatan, sehingga setiap segmen memiliki panjang lintasan sekitar 386 m. Pengukuran kecepatan dilakukan dengan menghanyutkan benda terapung pada setiap segmen untuk memperoleh waktu tempuh aliran, sedangkan debit dihitung berdasarkan luas penampang basah, kecepatan aliran, dan koefisien pelampung sebesar 0,6. Hasil penelitian menunjukkan bahwa debit aktual pada setiap segmen memiliki nilai yang berbeda-beda. Debit terbesar diperoleh pada segmen A–B sebesar 0,93 m³/detik, sedangkan debit terkecil terdapat pada segmen C–D sebesar 0,50 m³/detik. Variasi debit tersebut dipengaruhi oleh perbedaan luas penampang basah dan kecepatan aliran pada masing-masing segmen saluran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin besar luas penampang dan kecepatan aliran, semakin besar pula debit yang dapat dialirkan. Dengan demikian, kondisi geometrik saluran terbuka berbentuk trapesium berpengaruh terhadap kapasitas aliran yang tersedia pada saluran sekunder Daerah Irigasi Namu Sira-sira Kanan dan metode apung dapat digunakan untuk menggambarkan kondisi debit aktual saluran secara efektif.

References

Anggreni, A. A., Bakri, P. R. H., & Sar, M. (2024). Analisis Distribusi Kecepatan Aliran pada Saluran Pasangan Batu dan Saluran Tanah (Studi Kasus Saluran Sekunder Billa DI. Lekopancing Kabupaten Maros). JURNAL TEKNIK SIPIL MACCA, 9(1), 63–73. https://jurnal.ft.umi.ac.id

Choiriya, W. A., Listriyana, A., Ardiansyah, S., Ramadhan, C. S., Emeliya, A., & Saputra, G. (2024). Pengaruh Bentuk Saluran, Lebar, dan Kedalaman terhadap Debit Air pada Saluran Air Trapesium Dan Persegi. Jurnal Manajemen Pesisir dan Laut (MAPEL), 2(2), 108–114.

Fauzia, A., Pangestu, A., Lydia, E. N., & Primayanti, R. (2025). Evaluasi Jaringan Irigasi terhadap Kebutuhan Air dengan Metode Penman Modifikasi pada Jaringan Irigasi Namu Sira-Sira Kanan. Jurnal Arsip Rekayasa Sipil dan Perencanaan, 8(3), 250–260. https://doi.org/10.24815/jarsp.v8i3.33698

Kurniawan, A. I. P., Supeno, S., & Bektiarso, S. (2021). Identifikasi Konsep Dinamika Fluida pada Aliran Dam Sawah Menggunakan Metode Apung (Floating Method). Radiasi : Jurnal Berkala Pendidikan Fisika, 14(2), 108–119. https://doi.org/10.37729/radiasi.v14i2.1340

Muchamad, A. N., Prajati, G., Mulyani, T., & Febrion, C. (2025). Optimalisasi pemanfaatan sumber daya air dalam wawasan ketahanan bangsa: sebuah ulasan. Jurnal kebangsaan ri, 3(1), 21–30. https://doi.org/10.21009/plpb.v25i01.40440

Muttaqin, T., & Ardayana, Y. (2018). Efektivitas Penggunaan Metode Tampung dan Metode Apung untuk Perhitungan Debit Mata Air di Taman Hutan Raya Raden Soerjo (Studi di Blok Prigen Kawasan Rehabilitasi oleh PT. Gudang Garam TBK.). Jurnal Daun, 5(1), 45–58. https://eprints.umm.ac.id

Permata, C., Ayu Larasati, Meira Lalia Ayuningtyas, Azzahra Aulia Kresna Putri, & Aurell Valentdava Wahyudi. (2024). Analisis Potensi dan Kemajuan dalam Pengelolaan Air Bersih dan Sanitasi Berkelanjutan (SDGs 6) di Indonesia. Jurnal Ilmiah Pendidikan Lingkungan dan Pembangunan, 25(01), 16–24. https://doi.org/10.21009/plpb.v25i01.40440

Prismayuda, B. O., Purnama, A., & Najimuddin, D. (2020). Analisis Distribusi Kecepatan pada Saluran Terbuka (Study Kasus: Sungai Pelat, Desa Pelat). Jurnal SainTekA, 1(1), 1–10. https://doi.org/10.58406/sainteka.v1i1.285

Rohmanto, H., Sawito, K., & Siregar, H. (2021). Analisis Pola Aliran Saluran Terbuka dengan Hambatan Persegi Panjang, Bulat, Segitiga, Dan Wing. Seminar Nasional Ketekniksipilan, Infrastruktur dan Industri Jasa Konstruksi (KIIJK), 1(1), 357–365. https://prosiding.uika-bogor.ac.id

Susetyaningsih, A., & Permana, S. (2016). Pengaruh Sedimentasi Terhadap Penyaluran Debit Pada Daerah Irigasi Cimanuk. Jurnal Kontruksi, 14(1), 149–153. https://doi.org/10.33364/konstruksi/v.14-1.402

Published

2026-07-24

How to Cite

Analisis Debit Aliran pada Saluran Sekunder Daerah Irigasi Namu Sira-sira Kanan Menggunakan Floating Area Method. (2026). Jurnal Teknik Sipil Institut Teknologi Padang, 13(2), 202-209. https://doi.org/10.21063/jts.2026.V1302.0202-209