Perencanaan Sumur Resapan untuk Pengendalian Banjir di Perumahan Punden Arum, Demak
DOI:
https://doi.org/10.21063/jts.2026.V1302.0210-217Keywords:
sumur resapan, banjir, limpasan, curah hujanAbstract
Saluran sekunder Daerah Irigasi Namu Sira-sira Kanan memiliki peran penting dalam mendistribusikan air irigasi menuju area persawahan di kawasan Namu Ukur Utara. Kondisi debit aliran pada saluran irigasi dapat mengalami perubahan akibat perbedaan dimensi penampang dan karakteristik aliran yang terjadi pada setiap segmen saluran, sehingga debit aktual yang mengalir belum tentu seragam di sepanjang jaringan irigasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi debit aktual pada saluran sekunder Daerah Irigasi Namu Sira-sira Kanan menggunakan floating area method. Metode penelitian yang digunakan adalah survei lapangan dengan pendekatan kuantitatif melalui pengukuran langsung luas penampang basah saluran berbentuk trapesium dan kecepatan aliran. Saluran sekunder yang diteliti memiliki panjang sekitar 2,7 km dan dibagi menjadi tujuh segmen pengamatan, sehingga setiap segmen memiliki panjang lintasan sekitar 386 m. Pengukuran kecepatan dilakukan dengan menghanyutkan benda terapung pada setiap segmen untuk memperoleh waktu tempuh aliran, sedangkan debit dihitung berdasarkan luas penampang basah, kecepatan aliran, dan koefisien pelampung sebesar 0,6. Hasil penelitian menunjukkan bahwa debit aktual pada setiap segmen memiliki nilai yang berbeda-beda. Debit terbesar diperoleh pada segmen A–B sebesar 0,93 m³/detik, sedangkan debit terkecil terdapat pada segmen C–D sebesar 0,50 m³/detik. Variasi debit tersebut dipengaruhi oleh perbedaan luas penampang basah dan kecepatan aliran pada masing-masing segmen saluran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin besar luas penampang dan kecepatan aliran, semakin besar pula debit yang dapat dialirkan. Dengan demikian, kondisi geometrik saluran terbuka berbentuk trapesium berpengaruh terhadap kapasitas aliran yang tersedia pada saluran sekunder Daerah Irigasi Namu Sira-sira Kanan dan metode apung dapat digunakan untuk menggambarkan kondisi debit aktual saluran secara efektif.
References
Asdak, C. (2022) Hidrologi dan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Bagaskara, D.F., Bisri, M. and Andawayanti, U. (2024) 'Studi evaluasi sumur resapan di Kelurahan Cipinang Besar, Kecamatan Jatinegara, Kota Jakarta Timur', Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA), 4(1). Available at: https://doi.org/10.21776/ub.jtresda.2024.004.01.007
Bahunta, L. and Waspodo, R.S.B. (2019) 'Rancangan sumur resapan air hujan sebagai upaya pengurangan limpasan di Kampung Babakan, Cibinong, Kabupaten Bogor', Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan, 4(1).
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Demak (2025) Laporan Kejadian Banjir Kabupaten Demak Tahun 2025. Demak: Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Demak.
Kodoatie, R.J. and Sjarief, R. (2010) Tata Ruang Air. Yogyakarta: ANDI.
Pattihuru, et al. (2019) 'Analisis sumur resapan guna mengurangi aliran permukaan untuk upaya pencegahan banjir (Studi kasus permukiman Pulogangsa Kota Ambon)', Manumata: Jurnal Ilmu Teknik.
Sunjoto (1988) Teknik Drainase Pro-Air. Yogyakarta: Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada.
Suripin (2004) Sistem Drainase Perkotaan yang Berkelanjutan. Yogyakarta: ANDI.
Tiwery, C.J. (2020) 'Analisa dimensi sumur resapan untuk mereduksi besar debit limpasan di kawasan permukiman perkotaan (Studi kasus pada Kawasan Urimessing, Kota Ambon)', Manumata: Jurnal Ilmu Teknik, 6(1).






