Studi Eksperimental Penggunaan Pasir Vulkanik Malang pada Beton dan Paving Block
DOI:
https://doi.org/10.21063/jts.2026.V1301.0113-121Keywords:
pasir vulkanik Malang, beton, paving block, kekuatan tekan, daya serap airAbstract
Beton dan paving block merupakan material konstruksi yang saat ini telah umum digunakan. Untuk memperoleh mutu beton dan paving block yang lebih baik serta pelaksanaan konstruksi yang efisien dan tepat, diperlukan penelitian lanjutan yang bersifat komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai kuat tekan beton dan paving block dengan menggunakan pasir vulkanik Malang sebagai campuran agregat halus, serta menguji nilai penyerapan air pada paving block. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengevaluasi kelayakan penggunaan pasir vulkanik Malang dalam dunia konstruksi serta pengaruhnya terhadap sifat mekanik beton dan paving block. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif yang dilaksanakan di Laboratorium Teknik Sipil Institut Teknologi Padang. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penggunaan pasir vulkanik Malang sebagai pengganti agregat halus pada campuran beton dengan variasi 0%, 50%, dan 100% menghasilkan nilai kuat tekan berturut-turut sebesar 17,32 MPa, 18,38 MPa, dan 3,22 MPa. Variasi penggunaan pasir vulkanik Malang sebesar 0% dan 50% memenuhi kuat tekan rencana sebesar 15 MPa, sedangkan variasi 100% tidak memenuhi persyaratan karena hanya mencapai kuat tekan sebesar 3,22 MPa. Pada campuran paving block, penggunaan pasir vulkanik Malang menghasilkan nilai kuat tekan sebesar 13,84 MPa, yang memenuhi persyaratan paving block tipe C untuk penggunaan pejalan kaki sesuai SNI 00691-1996 (10–15 MPa). Namun, nilai penyerapan air paving block sebesar 13,67% masih melebihi batas maksimum yang disyaratkan untuk paving block tipe C, yaitu 8%.
References
Arman, A., dkk. (2014) Studi desain campuran pasir gunung ex Lubuk Alung terhadap kuat tekan beton normal.
Asrullah (2019) ‘Analisa kuat tekan dengan menggunakan Sika Concrete Repair Mortar dan tempurung kelapa pada campuran beton K-300’, Jurnal Teknik Sipil UNPAL, 9.
Badan Standardisasi Nasional (1996) Bata beton (paving block). SNI 03-0691-1996. Jakarta: Badan Standardisasi Nasional.
Badan Standardisasi Nasional (2000) Tata cara pembuatan rencana campuran beton normal. SNI 03-2834-2000. Jakarta: Badan Standardisasi Nasional.
Badan Standardisasi Nasional (2002) Tata cara perhitungan struktur beton untuk bangunan gedung. SNI 03-2847-2002. Jakarta: Badan Standardisasi Nasional.
Badan Standardisasi Nasional (2008) Cara uji berat jenis dan penyerapan air agregat kasar. SNI 1969-2008. Jakarta: Badan Standardisasi Nasional.
Badan Standardisasi Nasional (2008) Cara uji berat isi, volume produksi campuran dan kadar udara beton. SNI 1973-2008. Jakarta: Badan Standardisasi Nasional.
Badan Standardisasi Nasional (2012) Tata cara pemilihan campuran untuk beton normal, beton berat, dan beton massa. SNI 7656-2012. Jakarta: Badan Standardisasi Nasional.
Badan Standardisasi Nasional (2014) Metode uji bahan organik dalam agregat halus untuk beton. SNI 2816: ICS 91.100.30. Jakarta: Badan Standardisasi Nasional.
Cahyarini, T. dan Widjaja, A. (2014) ‘Analisis pengaruh karakteristik bahan baku agregat pasir Malang dan kerikil Pandaan terhadap kuat tekan, kuat tarik, dan modulus elastisitas beton mutu tinggi’.
Denny Adi Prasetyo dan Daryl Adrilian (2021) ‘Analisa pengaruh perbandingan pasir Galunggung dengan pasir Cimalaka terhadap kuat tekan beton mutu rendah’.
Fatoni (2018) Studi beton ringan menggunakan material abu batu dan pasir Malang.
Hadi (2020) Analisis jenis pasir terhadap kuat tekan beton.
Pratiwi (2024) Pengaruh penambahan abu tempurung kelapa terhadap kuat tekan dan penyerapan air paving block.
Puspitasari (2023) Kajian perbandingan kuat tekan dan berat jenis beton dengan pasir Mundu dan pasir Malang.
Syamsuddin, dkk. (2023) Perbandingan uji kuat tekan beton K-200 dan substitusi serbuk tempurung kelapa terhadap beton normal.